Halaqahyang ke-12 dari Silsilah 'Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allah adalah tentang "Kitab Al-Injil Bagian yang Pertama". Ada yang mengatakan bahwa kata Al-Injil berasal dari bahasa Yunani yang artinya kabar gembira. diantara kabar yang kita ketahui tentang Al-Injil didalam Alquran dan Al Hadits : 1.
Halaqah08 ~ Rukun Haji (Bagian 1) - Niat Atau Ihram Dan Wukuf Di Arafah; Halaqah 07 ~ Pembagian Amalan-Amalan Haji; Halaqah 06 ~ Badal Haji Atau Mewakili Orang Lain Dalam Ibadah Haji; HomeMateri HSI. Materi HSI. Muqaddimah. Silsilah Ilmiyyah 01 ~ Belajar Tauhid. Silsilah Ilmiyyah 02 ~ Mengenal Allah.
Halaqah07; HSI 07 - 08 At Tauraah (Kitab Taurat) Bagian 1. By. admin - November 5, 2019. 0. Facebook. Twitter. Google+. Pinterest. WhatsApp. RELATED ARTICLES MORE FROM AUTHOR. HSI 07 - 25 Buah Beriman Dengan Kitab-Kitab. HSI 07 - 24 Penyimpangan Dalam Hal Iman Dengan Kitab Allah.
Fast Money. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ,السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين 📘 Silsilah Ilmiyyah 1 Belajar Tauhid 🔊 Halaqah ke 01 ~ Mengapa Kita Wajib Belajar Tauhid Halaqoh yang pertama dari silsilah ilmiyyag belajar tauhid adalah tentang “Mengapa Kita Harus Mempelajari Tauhid? Belajar tauhid merupakan kewajiban setiap muslim, baik laki-laki maupun wanita, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia dan jin adalah hanya untuk bertauhid yaitu meng-esakan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍْﻹِﻧْﺲَ ﺇِﻻَّ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥ ’’Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu’’.Surat Adz-Dzariyaat 56 Oleh karena itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus para Rasul kepada setiap ummat tujuannya adalah untuk mengajak mereka kepada tauhid. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺑَﻌَﺜْﻨَﺎ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺭَﺳُﻮﻟًﺎ ﺃَﻥِ ﺍﻋْﺒُﺪُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﺍﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕَ ۖ … ’’Dan sungguh-sungguh Kami telah mengutus kepada setiap ummat seorang Rasul yang mereka berkata kepada kaumnya, ’’Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut’’. Surat AnNahl 36 Makna thaghut adalah segala sesembahan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala Oleh karena itu seorang muslim yang tidak memahami tauhid, yang merupakan inti dari ajaran Islam, maka sebenarnya dia tidak memahami agamanya meskipun dia telah mengaku mempelajari ilmu-ilmu yang banyak. Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh yang pertama ini dan in syā Allāh kita bertemu kembali pada halaqoh yang السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ saudaramu, Abdulloh Roy Kota Al-Madinah *Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy
👤 Ustadz Abdullāh Roy, MA 📗 Silsilah Beriman Kepada Takdir Allah 🔊 Halaqah 7 Cara Beriman dengan Takdir Allah Bagian 4 🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁 🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍 CARA BERIMAN DENGAN TAKDIR ALLAH BAGIAN 4 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين ☪ Halaqah yang ke-7 dari Silsilah ilmiyyah Beriman Kepada Takdir Allah adalah tentang “ Cara Beriman dengan Takdir Allah Bagian 4”. Cara Beriman dengan Takdir Allah adalah dengan mengimani Marotibul Qadar tingkatkan-tingkatan takdir yang jumlahnya ada empat Diantara Cara Beriman dengan Takdir Allah adalah dengan mengimani tingkatan takdir yang ke-3 yaitu 3⃣. Masyiiatullah atau Kehendak Allah. Dan yang dimaksud adalah beriman bahwa apa yang Allah kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Allah kehendaki maka tidak akan terjadi. Dan apa yang ada di langit dan di bumi berupa bergeraknya sesuatu atau diamnya sesuatu maka dengan kehendak Allah dan tidak mungkin terjadi di kerajaan Allah Subhānahu wa Ta’āla apa yang tidak dikehendaki-Nya. Diantara dalilnya dari Al Qur’an adalah firman Allah إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ “Sesungguhnya perkara Allah apabila menginginkan sesuatu adalah mengatakan Jadilah.’, maka jadilah dia.” [QS Ya-Sin 82] Dan Allah berfirman وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ… “Dan seandainya Rabb-mu menghendaki niscaya akan beriman seluruh yang ada di bumi.” [QS Yunus 99] Dan Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ… “Katakanlah, Ya Allah yang memiliki kerajaan, Engkau memberi kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan mencabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau memuliakan siapa yang Engkau kehendaki dan menghinakan siapa yang Engkau kehendaki.” [QS Ali Imran 26] Dan Allah berfirman وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ “Dan tidaklah kalian menginginkan kecuali dengan kehendak Allah Rabb semesta alam.” [QS At-Takwir 29] Adapun dari As-Sunnah, maka Rasulullah ﷺ bersabda, ▫️ لا يقل أحدُكم اللهمَّ اغفر لي إن شئتَ ، ارحمني إن شئتَ ، ارزقني إن شئتَ ، وليَعزِمْ مسألتَه ، إنَّهُ يفعلُ ما يشاءُ ، لا مُكْرِهَ لهُ “Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki, sayangilah aku jika engkau menghendaki, berilah aku rezeki apabila engkau menghendaki.’ Maka hendaklah dia menguatkan permintaannya karena Allah melakukan apa yang Dia kehendaki, tidak ada yang memaksanya”. [HR Bukhori] Berkata Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah مَا شِئْتَ كَانَ، وإنْ لم أشَأْ – وَمَا شِئْتُ إن لَمْ تَشأْ لَمْ يكنْ “Apa yang Engkau kehendaki ya Allah, terjadi, meskipun aku tidak menghendakinya dan apa yang aku kehendaki kalau Engkau tidak menghendakinya maka tidak akan terjadi.” [Atsar ini dikeluarkan oleh Al Lalika-i di dalam kitab beliau Syarhu Ushuli Itiqadi Ahli Sunnati wal Jamaah Minal Kitabi wa Sunnah Wa Ijmai Shahabah Jilid IV halaman 702] Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Saudaramu, Abdullāh Roy Di kota Al-Madīnah 🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁🌱🍁🌱🍁🌱🌱🍁 🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍🎍
SILSILAH 7 BERIMAN DENGAN KITAB-KITAB ALLĀH Halaqah 8 Kitab At-Taurāh Bagian 1 ________________________________ السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين Halaqah yang ke-8 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab At-Taurāh Bagian 1”. At-Taurātu التَّوْرَاةُ berasal dari bahasa Ibrani yang artinya ajaran. Diantara kabar yang kita ketahui tentang Taurat di dalam Al-Qurān dan Al-Hadīts ● Pertama Kitab Taurat/At-Taurāh ini diturunkan kepada Nabi Mūsā alayhissalām Allāh berfirman وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ ۖ “Dan sungguh Kami telah berikan kepada Mūsā Al-Kitab Kitab Taurat dan Kami susulkan setelahnya dengan Rasul-rasul.” QS Al-Baqarah 87 Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda الْتَقَى آدَمُ وَمُوسَى ، فَقَالَ مُوسَى لآدَمَ آنْتَ الَّذِي أَشْقَيْتَ النَّاسَ ، وَأَخْرَجْتَهُمْ مِنَ الْجَنَّةِ ، َقَالَ آدَمُ لِمُوسَى أَنْتَ مُوسَى الَّذِي اصْطَفَاكَ اللَّهُ بِرِسَالَتِهِ ، وَاصْطَفَاكَ لِنَفْسِهِ ، وَأَنْزَلَ عَلَيْكَ التَّوْرَاةَ ؟ قَالَ نَعَمْ ، “Bertemu Ādam dan Mūsā, maka berkata Mūsā kepada Ādam, Apakah engkau adalah Ādam yang telah menyengsarakan manusia dan mengeluarkan mereka dari surga?’ Ādam berkata, Apakah engkau adalah Mūsā yang Allāh telah memilihmu dengan risalahNya dan memilihmu untuk diriNya dan menurunkan kepadamu Kitab Taurat?’ Mūsā berkata, Ya’.” HR Bukhāri dan Muslim ● Kedua Disana ada beberapa kata di dalam Al-Qurān yang Allāh gunakan untuk kitab Taurat ini. ⑴ AT-TAURĀH Dan ini yang paling banyak Allāh pakai di dalam Al-Qurān. Diantaranya, Allāh berfirman نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنجِيلَ “Dia telah menurunkan atasmu Al-Kitāb yaitu Al-Qurān dengan benar, membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan Dialah yang telah menurunkan Taurāt dan Injīl.” QS Āli Imrān 3 Diantara nama lain Taurat adalah ⑵ AL-KITĀB Allāh berfirman وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ ۖ “Dan sungguh Kami telah berikan kepada Mūsā Kitab yaitu Taurat dan Kami susulkan setelahnya dengan rasul-rasul.” QS Al-Baqarah 87 ⑶ AL-FURQĀN Allāh berfirman وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ وَهَارُونَ الْفُرْقَانَ وَضِيَاءً وَذِكْرًا لِّلْمُتَّقِينَ “Dan sungguh Kami telah berikan kepada Mūsā dan Hārūn Al-Furqān yaitu Taurat dan cahaya serta peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa.” QS Al-Anbiyā 48 ⑷ KITAB MŪSĀ Allāh berfirman وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَى إِمَامًا وَرَحْمَةً “Dan sebelum Al-Qurān adalah kitab Mūsā sebagai imam dan rahmat.” QS Al-Ahqāf 12 Diantara nama lain dari At-Taurāh adalah ⑸ AL-ALWĀH Allāh berfirman وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلاً لِكُلِّ شَيْءٍ “Dan Kami telah menulis untuknya yaitu untuk Mūsā di dalam Al-Alwāh yaitu Taurat segala sesuatu sebagai nasihat dan perincian untuk segala sesuatu.” QS Al-A’rāf 145 Dan di dalam sebuah riwayat yang lain di dalam Shahīh Muslim dari kisah percakapan antara Nabi Ādam dengan Mūsā alayhimassalām. Nabi Ādam berkata kepada Mūsā وأعطاك الألواح فيها بيان كل شيء “Dan Allāh memberimu Al-Alwāh, di dalamnya penjelasan segala sesuatu.” ⑹ SHUHUF MŪSĀ Menurut sebagian ulama yang berpendapat bahwa Shuhuf Mūsā adalah Taurat. Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Abdullāh Roy, Di kota Al-Madīnah Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullāh Roy _______________
hsi 7 halaqah 1